DODGERS_Fans

There was an error in this gadget

Friday, November 21, 2008

HISTORY MALUKU VI (exhausted)

This obligation is based on a sense of social obligation, moral and ritual, there is no nuance of the economy in it. The nuances of social obligation, moral, and this ritual, does not reduce or interfere with the adherence to the teachings of the religion of the Children's Affairs in each of these different religions, and even taste consolidate mutual respect religious differences between the two of these. The pattern of relations with the People Son Trading, dipererat by economic interest, from each group. So which is the glue of social relationships antarkedua community groups, this is not religious, but economic transactions. This happened, because, in general, most people who come Trading of Buton, occupy and use land owned petuanan Affairs Sarani. Meanwhile, The Trading of other origin, in the general pattern of social relationships with the Children's Affairs direkatkan kinship by marriage or because other social work. Therefore, the views of The Children of Trade coming from another country, different from that came from outside Maluku Tengah. Trading of people from the other, is still seen as a cultural entity, while the People of the Trade Center from outside Maluku, seen as a newcomer, and people outside the cultural unity.

Kewajiban ini didasari atas rasa kewajiban sosial, moral dan ritual, sama sekali tidak ada nuansa ekonomi di dalamnya. Kewajiban yang bernuansa sosial, moral dan ritual ini, tidak mengurangi ataupun mengganggu kepatuhan terhadap ajaran agama yang dianut oleh Anak Negeri tiap Negeri yang berbeda agama ini, bahkan mempertebal rasa saling menghargai perbedaan agama antar kedua Negeri tersebut. Pola hubungan Anak Negeri dengan Orang Dagang, dipererat oleh kepentingan ekonomi, dari masing-masing kelompok. Sehingga yang menjadi perekat hubungan sosial antarkedua kelompok masyarakat ini bukan agama, tetapi transaksi ekonomi. Hal ini terjadi, karena pada umumnya Orang Dagang yang terbanyak berasal dari Buton, mendiami dan menggarap lahan milik petuanan Negeri Sarani. Sedangkan Orang Dagang asal Negeri lain, pada umumnya pola hubungan sosial dengan Anak Negeri direkatkan oleh kekerabatan karena perkawinan atau pekerjaan sosial lain. Sebab itu, pandangan Anak Negeri terhadap Orang Dagang yang berasal dari Negeri lain, berbeda dengan yang berasal dari luar Maluku Tengah. Orang Dagang dari Negeri lain, masih dilihat sebagai suatu kesatuan budaya, sedangkan terhadap Orang Dagang dari luar Maluku Tengah, dilihat sebagai pendatang dan orang di luar kesatuan budaya.


0 komentar:

Post a Comment